Posted by: darwin on: 03/07/08
Saudara dan Saudari, dalam Injil hari ini kita membaca bahwa Thomas tidak berada bersama para rasul ketika Yesus menampakkan diri kepada para rasul. Thomas akhirnya tidak ikut bertemu dengan Yesus pada peristiwa panampakan itu. Ketika berita itu diberitakan kepadanya, Thomas menolak untuk percaya.
Saudara dan Saudari, Thomas membuat satu keputusan yang salah menurut Injil hari ini. Ia pergi dari komunitas para pengikut Yesus. Konsekwensinya ialah ia tidak bertemu dengan Yesus. Thomas tampaknya lebih mencari kesendirian dibanding kebersamaan. Ia menjauh dari komunitas. Ketika ia kembali ke komunitas, ia memperoleh kesempatan untuk bertemu dengan Yesus yang bangkit.
Saudara dan Saudari kata komunitas menjadi sangat penting dalam permenungan kita ini. Ketika kita tidak berada dalam komunitas, kita kehilangan kesempatan yang sangat berharga untuk bertemu dengan Yesus. Ketika kita menyendiri, terang yang berasal dari Yesus yang bangkit agak sulit kita lihat. Ketika kita tidak bersama-sama dengan kaum beriman lainnya, pertemuan dengan Yesus yang bangkit menjadi peristiwa yang sulit dibayangkan.
Saudara dan Saudari, dalam komunitas kita bertemu dengan Yesus yang bangkit. Ketika kita merayakan Ekaristi bersama, kita bertemu dengan Yesus yang bangkit. Ketika kita membaca Kitab Suci bersama dalam komunitas kita bertemu dengan Yesus yang bangkit. Ketika kita berdoa bersama, kita bertemu dengan Yesus yang bangkit. Komunitas adalah wadah yang paling pas untuk bertemu dengan Yesus yang bangkit. Komunitas itu ialah Gereja, kelompok orang yang percaya pada Kristus, anggota tubuh Kristus.
Meski Thomas membuat satu keputusan yang keliru, ia juga mempunyai keistimewaan yang luar biasa. Ia orang yang jujur. Ia menolak mengatakan mengerti kalau ia tidak mengerti. Ia menolak mengatakan percaya kalau ia belum percaya. Dan ketika ia sudah yakin, maka keyakinannya ia tumpahkan seratus persen. “Tuhanku dan Allahku”, katanya. Thomas tidak mau suam-suam kuku.
Saudara dan Saudari, sekali lagi dengan bacaan Injil ini kita diajak untuk tidak menarik diri dari komunitas. Kadang ketika kita dirundung masalah kita cenderung menarik diri dan mengurung diri. Padahal pada saat seperti ini justru kehadiran komunitas akan sangat membantu. Ketika iman kita goyah, kita condong mendiamkannya dan mencobamengatasinya sendiri, padahal kehadiran komunitas akan membantu kita untuk beriman secara teguh kembali. Komunitas sangat penting. Bukankah Yesus sendiri berkata, “Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di sana Aku hadir”.
Thomas, called the twin, who was one of the twelve, was not with the disciples when Jesus came. When they said, ‘We have seen the Lord’, he answered, ‘Unless I see the holes that the nails made in his hands and can put my finger into the holes they made, and unless I can put my hand into his side, I refuse to believe.’ Eight days later the disciples were in the house again and Thomas was with them. The doors were closed, but Jesus came in and stood among them. ‘Peace be with you,’ he said. Then he spoke to Thomas, ‘Put your finger here; look, here are my hands. Give me your hand; put it into my side. Doubt no longer but believe.’ Thomas replied, ‘My Lord and my God!’ Jesus said to them: ‘You believe because you can see me. Happy are those who have not seen and yet believe.’ John 20:24-29
Apa kata dunia