Dua orang siswa dipanggil oleh guru bidang study Matematika untuk menghadap beliau di kantornya. Guru tersebut menerangkan bahwa jawaban ujian mereka yang benar dan yang salah jumlahnya sama, bahkan nomor yang benar dan yang salah juga sama.
“Meski demikian”, lanjut Pak Guru tersebut, “nilai Agus lebih tinggi dibanding nilai Roy.”
“Kalau jumlah yang benar dan yang salah sama, kenapa nilai bisa beda?” protes Roy.
“Protesmu masuk akal. Tetapi kwalitas kesalahan berbeda. Kesalahan Agus lebih berkwalitas kalau dibandingkan dengan kesalahan yang kamu buat. Pada no. 5 Agus menulis ‘Saya tak tahu’. Pada no yang sama kamu menulis ‘saya juga’. Jadi nilai pasti beda.”