St. Henry

St. Henry

(Raja Jerman)

 

Ketika yang mulia Henry dari Jerman masih sangat muda, dia penah bermimpi. Santo pelindungnya menampakkan diri kepadanya dan menunjuk kata “sesudah enam”. Henry berpikir bahwa itu adalah tanda bahwa ia akan mati dalam waktu enam tahun lagi. Dia mempersipkan diri untuk mati. Dia hidup dalam kekudusan. Ia siap untuk menghadap sang Penciptanya.

Ternyata, setelah enam tahun, dia dipilih menjadi penguasa Jerman. Karena ia telah enam tahun siap-siap untuk mati dan hidup dalam kekudusan, maka ketika ia menjadi penguasa, ia menjadi penguasa yang sungguh mulia dan kudus.

Dia berjanji akan memerintah kerajaannya dalam kekedusan dan takut akan Tuhan. Dia mau supaya kemuliaan Allah semakin diagungkan lewat pemeritahan yang dia tunjukkan. Pertama-tama dia membantu rakyatnya untuk semakin mencintai Allah dan kemudian ia juga mengajak kerajaan sekitar, yang tidak beriman kepada Allah yang benar untuk bertobat dan percaya kepada Kristus.

Kapan saja Raja Henry memasuki salah satu kota yang dia kunjungi, yang pertama dia cari adalah Gereja Katolik dan berlutut di hadapan Sakramen Maha Kudus. Dia begitu mencintai Kristus. Karena cinta yang luar biasa akan Kristus ia pernah mengalami “pengalaman sangat luar biasa” yakni menghadiri Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Yesus Kristus sendiri di Gereja induk di Roma.

Henry dan isterinya kemudian menjadi santo dan santa besar dalam Gereja. Mereka menjadi teladan bagi para pemerintah untuk memerintah dalam nama Yesus dan berlaku sebagai pelayan Allah dalam tugas pemerintahannya.

Pestanya di rayakan pada 15 Juli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s