Santo Benedictus

Santo Benedictus

 

Santo Benedictus digelari sebagai “bapak dari biarawan kudus”. Pada masa mudanya, dia menyadari bahwa dia hidup di dunia penuh kekejaman, penus dosa. Dunia seakan tanpa rahmat. Benedictus sendiri berarti terberkati.

Dunia pada masa itu dia rasa penuh dengan kedengkian, perang, saling membunuh. Orang-orang tidak menghormati kehidupan. Dunia penuh dengan manusia-manusia berhati iblis. Perang antar kota terjadi di mana-mana. Bangunan-bangunan megah dan indah dirusak, buku-buku suci dihancurkan. Kebijakan dianggap tak berguna. Ini terjadi bukan hanya dikalangan orang dewasa, juga menular kepada anak-anak. Mereka tidak mengejar kebaikan, melainkan berlomba menjadi yang terkuat, dengan demikian kalau mereka kuat mereka sanggup “menaklukkan” yang lain. Mereka mengolok-olok Benedictus karena ia memilih menjadi orang baik. Mereka sangat kejam.

Karena itu dia meninggalkan “panggung dunia” dan pergi bertapa ke gunung. Dia mengasingkan diri ke bukit dekat “Subiaco”.

Di sana ia berdoa, belajar keras dan berkomunikasi dengan Allah secara terus-menerus. Dia memohon kepada Allah agar Allah menyentuh hati orang-orang berdosa sehingga mereka bertobat. Dia juga memohon kepada Allah agar Allah mendampingi anak-anak sehingga mereka bisa hidup dengan suci.

Tak lama kemudian orang-orang mendengar apa yang dilakukan oleh Benedictus. Mereka mengunjungi dia dan memohon kepadanya supaya mereka diijinkan tinggal bersama dia di pertapaan. Mereka menyadari bahwa menjadi orang baik jauh lebih  bernilai disbanding menjadi orang jahat. Kini mereka membenci kejahatan dan bertobat. Mereka bergabung bersama Benedictus mencari kehendak Allah.

Benedictus membangun biara besar sebagai tempat mereka. Ia memberi jubah biarawan kepada orang-orang baik. Mereka hidup dalam doa dan belajar ilmu-ilmu suci.

Saudarinya juga bergabung dan ia mendirikan satu biara khusus untuk para wanita pentobat. Mereka juga hidup dalam doa dan belajar ilmu-ilmu suci.

Mereka semua mencintai perdamaian dan kehidupan. Mereka mencari apa yang dikendaki oleh Allah dan bukan apa yang memberi kesenangan sesaat. Mereka hidup dalam kekudusan.

Group inilah yang kemudian dikenal dengan Benedictin.

Pesta Santo Benedictus dirayakan pada 11 Juli.

Satu pemikiran pada “Santo Benedictus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s