Hari Raya Kenaikan Yesus

 

Kis 1: 1-11, Ef 1: 17-23, Matius 28: 16-20

 

Saudara dan saudari, hari ini kita membaca ceritera terakhir dari Injil Matius. Dalam ceritera terakhir ini kita mendengar kata-kata terakhir Yesus kepada murid-murid-Nya. Pada pertemuan terakhir ini Yesus melakukan tiga hal kepada murid-murid-Nya. Yang pertama, Yesus meyakinkan mereka akan kuasa yang Dia miliki. Kemudian, Yesus mengutus mereka untuk mewartakan kabar gembira sampai ke ujung bumi. Dan ketiga, Yesus menjanjikan kepada mereka bahwa Ia akan menyertai mereka sampai akhir zaman.

 

Dalam bacaan pertama kita membaca ceritera Gereja pertama yang membawa cerita dan hidup Yesus. Ceritera tersebut meyakinkan kita bahwa pengaruh Yesus kekal adanya. Nama Yesus tak akan pernah dilupakan dan terlupakan. Dan melampaui pengaruh yang kekal tersebut, dalam kisah itu diberitakan juga bahwa kehadiran dan kuasa Yesus juga kekal adanya. Yesus tidak hanya meninggalkan nama yang tak terlupakan, tetapi Ia tetap hidup dan tetap aktif. Yesus bukanlah ceritera masa lalu tetapi selalu akan menjadi ceritera masa kini. Ini sejalan dengan janji Yesus kepada para murid-Nya bahwa Ia akan menyertai mereka sampai akhir zaman.

 

Kemudian bacaan pertama mewartakan kepada kita perihal peristiwa Kenaikan Yesus. Peristiwa Kenaikan adalah peristiwa terakhir Yesus sebelum Ia kembali kepada Kemualiaan yang adalah milik-Nya. Yesus kembali kepada Kemuliaan bersama Bapa untuk mempersiapkan tempat bagi para pengikut-Nya.

 

Ketika Yesus sedang mempersiapkan diri untuk kembali kepada Bapa, setelah 40 hari menampakkan diri kepada para murid serta mewartakan kabar gembira Kerajaan Allah, Yesus mengutus para murid untuk menjadi saksi-saksi-Nya dan saksi-saksi Injil sampai keseluruh dunia. Yesus mengutus mereka mejadi saksi-Nya. Kuasa Roh Kudus akan menaungi dan menguatkan mereka untuk menjadi saksi-saksi Kerajaan Allah, “Kamu akan menerima kuasa ketika Roh Kudus turun atasmu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Jerusalem, seluruh Yudea dan sampai ke ujung bumi.”

 

Saudara dan saudari, seperti para rasul dan para murid diutus oleh Yesus menjadi saksi-Nya, kita juga dipanggil dan diutus menjadi saksi-saksi Injil. Jangan gentar karena keterbatasan kita, sebab Roh Kudus, yang sudah kita terima saat baptisan dan krisma, akan menyertai dan menguatkan kita. Roh Kudus akan mengajari kita untuk berkata-kata. Mari mewartakan Injil, dengan kesadaran bahwa Allah bekerja lewat kita dan Yesus berdoa dan memberi kekuatan pada kita serta menyertai kita sampai akhir zaman dan mengutus Roh Kudus kepada kita.

 

Tetapi saudara dan saudari, sebelum kita pergi mewartakan Sabda Allah, mari sebentar mengingat tiga hal penting yang harus dimiliki oleh seorang saksi. Pertama, seorang saksi harus yakin dan tahu bahwa apa yang akan dia saksikan adalah benar. Maka seorang saksi harus sanggup berkata: “Kutahu Injil adalah kebenaran Allah”. Kedua, seorang saksi akan berhasil kalau ia memberi kesaksian tidak terutama dengan kata-kata tetapi lebih dengan perbuatan. Ketiga, seorang saksi harus siap menjadi martir demi kebenaran yang akan ia wartakan.

 

Berbahagialah kita karena dipanggil dan dipilih menjadi saksi-saksi Kristus dan Injil di dunia di mana kita tinggal. Panggilan dan pilihan tersebut bukanlah kebetulan. Allah sudah merencanakannya sejak kita dalam kandungan ibu kita.  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s