Kerajaan Allah Adalah Nomor Satu

Renungan hari Kamis 22 Mei 2008

Yakobus 5: 1-6 & Markus 9: 41-50

 

Saudara dan Saudari, bacaan Injil hari ini sangat “menantang”. Ada yang mau praktekkan??? Tapi hati-hati jangan semua, nanti tak ada yang menolong, kalau semua kita jadi penyandang cacat….hahaha (just kidding).

Sebenarnya pesan Injil ini tak terlalu sulit dimengerti kalau kita bandingkan dengan kisah yang sering kita dengar atau kita saksikan. Beberapa hari yang lalu di world news diberitakan bahwa team penolong korban gempa China, untuk menyelamatkan salah seorang korban yang terjepit oleh bangunan runtuh, terpaksa harus mengamputasi kaki si korban. Demi hidup kaki harus dikorbankan.

Saya kira kita juga tahu bahwa kaki orang yang berpenyakit “gula” sering harus dipotong demi menyelamatkan si sakit. Sekali lagi demi hidup, ada bagian dari tubuh harus dikorbankan.

Atau contoh lain, kalau kita sakit maka kemungkinan dokter akan memberi obat yang pahit sekali (yang tak akan kita makan kalau kita sehat). Karena kita mau sembuh dan hidup maka kita makan obat yang pahit sekali tersebut. Sekali lagi demi hidup.

Maka Saudara dan Saudari, bacaan ini mengajak kita untuk membuat prioritas yakni hidup yang kekal. Kalau hidup yang kekal menjadi nomor satu untuk kita maka kita tidak akan merasa rugi untuk “membuang” kesenangan kita demi mencapai tujuan. Kalau mencapai kebahagiaan menjadi patokan kita maka kita akan berkorban untuk mencapai kehagiaan tersebut. Kita mungkin tak peduli menghabiskan sejumlah uang atau menggunakan sekian banyak waktu demi tercapainya kebahagiaan yang kita idam-idamkan. Maka sekali lagi prioritas sangat dituntut.

Kalau demikian tidaklah sulit mengerti Injil ini. Mudah-mudahan saya tidak terlalu menyederhanakannya. Maka symbol-symbol yang dipakai kiranya tepat menunjuk bahwa demi kehidupan kekal, demi tujuan yang ingin saya capai, saya tidak peduli seberapa mahal bayaran yang harus saya bayarkan.

Saudara dan Saudari, dalam Injil ini juga dengan tegas dikatakan oleh Yesus bahwa semua perbuatan baik yang kita lalukan tak pernah dilupakan. Yesus memperhitungkan semua perbuatan baik tersebut. Yesus tidak menuntut kita berbuat melampaui kemampuan kita, tetapi cukup seturut apa yang bisa kita buat, yang sederhana saja.

Juga dalam Injil hari ini diingatkan kepada kita bahwa berdosa itu merupakan sesuatu yang “terrible”. Tetapi lebih “terrible” lagi kalau membuat orang berdosa. Hukumannya sangat berat. Yesus mengatakan lebih baik batu kilangan diikatkan ke leher orang tersebut dan kemudian ia dibuang ke laut. Oh…ngeri.

Saudara dan Saudari, bacaan hari ini tidak harus membuat kita merinding dan gemetar ketakutan. Sebaiknya bacaan hari ini membuat kita yakin bahwa hidup yang kekal itu jauh lebih bernilai dibanding apa saja yang bisa kita bayangkan dan pikirkan. Karen itu kita berjuang untuk mencapainya, meski sering hal itu harus dibayar mahal.   

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s