“Masakan Injili”

 

Renungan Hari Rabu, 11 Juni 2008

Peringatan St. Barnabas Rasul

Kis 11:21-26, 13:1-3 & Matius 10:7-13

 

Dalam Injil hari ini kita membaca kisah Yesus mengutus orang-orang-Nya dan dalam perutusan tersebut Yesus memberi beberapa petunjuk praktis tentang apa yang boleh mereka lakukan dan apa yang tidak boleh.

Pertama-tama, para rasul harus mewartakan Kerajaan Allah sudah dekat. Perlu kita ingat bahwa orang-orang pada zaman Yesus sedang menanti datangnya Sang Mesias. Mereka merindukan terpenuhinya janji Allah. Ini bukan kebetulan, tetapi merupakan rencana Allah. Kepada orang-orang yang sedang merindukan kedatangan Mesias dan terpenuhinya janji Allah untuk mendirikan kerajaan-Nya, Yesus mengutus murid-murid-Nya dan berpesan kepada mereka supaya berseru kepada orang-orang “Lihat. Kalian semua sedang menanti kedatangan Sang Mesias. Kalian semua sedang merindukan Kerajaan Allah. Kabar gembira bagimu sekalian, yang kamu nanti-nantikan itu sudah hadir. Kerajaan Allah sudah nyata. Lihat dan saksikan dalam hidup Yesus Kristus Kerajaan Allah hadir secara penuh. Yesus telah melaksanakan semua kehendak Allah. Lihatlah Dia! Ikutilah Dia! Dan pelajarilah apa artinya hidup dalam cahaya Kerajaan Allah.”

Saudara dan saudari para murid tidak berpesan agar orang-orang menanti datangnya Kerajaan Allah, tetapi para murid mewartakan bahwa orang-orang perlu “hidup” dalam cahaya Kerajaan Allah, sebab Kerajaan Allah telah hadir. Dalam diri Yesus Kristus Kerajaan Allah sudah nyata. Pesan para murid adalah meminta orang-orang mewujudkan impian mereka itu dengan menghidupi ajaran Yesus.

Ketika Yesus mengutus orang-orang-Nya, Dia mengutus mereka tidak hanya untuk mewartakan Kabar Gembira, tetapi membuktikan Kabar Gembira itu dalam tindakan mereka menyembuhkan orang sakit, membersihkan para penderita kusta, membangkitkan orang mati, dan mengusir setan-setan. Tindakan ini bisa kita mengerti dalam dua pengertian; yakni secara badaniah dan rohaniah. Dalam hal ini kita sebaiknya mengertinya dalam kedua pengertian tersebut. Yesus datang untuk menyembuhkan penyakit jasmani kita dan juga penyakit rohani kita.

Saudara dan Saudari, kita juga diutus untuk mewartakan Injil kepada siapa saja dengan cara kita masing-masing. Ada yang mewartakan Injil dengan “senyum Injili”, ada yang mewartakan Injil dengan “nyanyian Injili”, ada yang dipanggil mewartakan Injil dengan “masakan Injili”, ada yang dipanggil mewartakan Injil dengan “diam Injili”. Mari kita wartakan Injil dengan apa yang boleh kita buat, dan dengan apa yang telah Allah anugerahkan pada kita.   

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s