Belajar Berdoa

 

Renungan Hari Kamis 19 Juni 2008

Sir 48:1-14 & Matius 6:7-15

 

Jesus said to his disciples: “In your prayers do not babble as the pagans do, for they think that by using many words they will make themselves heard. Do not be like them; your Father knows what you need before you ask him. So you should pray like this:

Our Father in heaven, may your name be held holy, your kingdom come, your will be done, on earth as in heaven. Give us today our daily bread. And forgive us our debts, as we have forgiven those who are in debt to us. And do not put us to the test, but save us from the evil one.

Yes, if you forgive others their failings, your heavenly Father will forgive you yours; but if you do not forgive others, your Father will not forgive your failings either.”

 

 

Dalam Injil hari ini kita membaca text doa Bapa Kami versi Matius. Text doa Bapa Kami merupakan salah satu text tertulis yang paling populer yang pernah ada. Tak terhitung jumlah orang yang mendoakan doa ini setiap hari. Tak terbilang berapa ragam bahasa yang dipakai untuk doa yang sama ini. Luar biasa sekali.

 

Sebenarnya text ini simple sekali. Singkat juga. Yesus tidak memberi teory berdoa yang dasyat-dasyat. Yesus hanya memberi doa yang bisa dipakai oleh murid-murid kapan saja. Doa ini tidak bertele-tele. Doa ini bukan laporan peristiwa. Doa ini tidak disusun dengan kata-kata yang indah. Tidak juga terdiri dari kata-kata yang puitis. Sederhana sekali. Tetapi di balik kesederhanaan itu tersembunyi makna yang dalam sekali.

 

Saudara dan Saudari, kebanyakan kita tak suka membaca buku pedoman pemakaian computer. Terlalu menjengkelkan membaca buku yang tebal tersebut. Kita butuh beberapa hari untuk membacanya dan beberapa hari kemudian untuk mengerti. Kita lebih suka langsung memakai computer dibanding mengikuti petunjuk penggunaan. Sangat jarang juga yang suka membaca petunjuk penggunan HP. Kita langsung prakter saja, dan kalau ada yang tak dimengerti baru kita lihat buku panduan.

 

Yesus mengajar para murid berdoa, dengan cara memberi doa kepada mereka untuk didoakan. Dengan itu para murid belajar berdoa dan sekaligus berdoa. Doa ini bukan doa seorang anak, juga bukan doa keluarga, doa ini adalah doa seorang murid. Untuk bisa mendoakan doa ini dengan sungguh kita dituntut menjadi murid. Menjadi murid berarti mengikuti ajaran Yesus dan menggantungkan diri secara total pada Sang Guru, yakni Yesus sendiri. Kalau kita sudah menjadi murid, maka doa ini menjadi doa kita dan kita sanggup mendoakannya sebagaimana Yesus dan para murid-Nya dahulu mendoakannya.

 

Saudara dan saudari, sering terjadi kita terlalu sering mengulang doa Bapa Kami, sehingga kita bagaikan mesin, yang kalau tombol tertentu ditekan otomatis menghasilkan barang tertentu. Kita sering mendoakannya tanpa kesadaran bahwa kita mendoakan doa yang diajarkan Yesus sendiri, doa Yesus sendiri. Doa yang terdasyat yang pernah ada. Doa seorang yang berserah secara total pada Allah. Saya mendoakan doa Bapa Kami minimal 3 kali sehari, bahkan dalam mimpi juga kadang doa ini muncul. Atau kadang ketika mendoakan doa ini saya tak ubahnya seperti bermimpi. Ini tidak baik. Kesadaran sangat penting ketika berdoa. Saya harus berjuang menjadikan doa ini menjadi ungkapn hati saya. Ucapan syukur saya dan permohonan saya kepada Allah. Seraya saya juga harus hari demi hari menimba spiritualitas doa ini dan mewujudkannya dalam hidup saya.   

 

Untuk renungan lebih lanjut, silahkan baca di

https://darwinsimanjorang.wordpress.com/2007/09/03/doa-bapa-kami/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s