Bisakah Anda Bayangkan???

While Jesus was speaking, one of the officials came and knelt before him in worship; “My daughter,” he said, “has just died. But come and lay your hand upon her, and she will live.” Jesus rose and went with him, and his disciples came too.

Then from behind him came a woman, who had suffered a hemorrhage for twelve years, and touched the tassel of his cloak, for she said to herself, “If I only touch his cloak, I will be cured.” Jesus turned and saw her, “Courage, daughter!” He said. “Your faith has brought you healing.” And the woman was cured from that hour.

And Jesus came to the house of the official, and he saw the flute-player and the tumult of the crowd. “Leave us,” he said, “for the maid is not dead; she is asleep.” And they laughed at him. When the crowd had been put out, he went in and took her hand, and the maid arose. And the report of this went out to the whole country. Matthew 9:18-26.

 

Saudara dan Saudari, dalam Injil hari ini kita baca dua kisah menakjubkan terjadi secara beruntun. Yesus ternyata tidak hanya memberi kesembuhan dari penyakit yang kita derita, tetapi juga memberi kita kehidupan sesudah kematian. Bukan main.

Mari kita dekati kedua kisah ini lebih teliti. Sebenarnya kalau kita mau kisah yang lebih lengkap dan lebih panjang kita bisa baca di Injil Markus 5:21-43 dan di Injil Lukas 8:40-56. Dan dalam kedua Injil tersebut nama kepala rumah Ibadah itu diberitahu, yakni Yairus (cf. Markus 5:22, Lukas 8:41).

Yang datang kepada Yesus adalah kepala rumah Ibadah. Kepala Rumah Ibadah. Yang datang bukan orang sembarangan. Yang datang pada Yesus tokoh penting agama Yahudi. Ini sangat luar biasa. Kepala rumah ibadah adalah orang yang mengatur para petugas ibadah, menentukan orang-orang yang bertugas dan termasuk mengurus kebutuhan rumah ibadah secara umum. Dari keterangan singkat ini kita bisa membayangkan bahwa orang tersebut sangat menjungjung tinggi ajaran agama Yahudi. Ia pastilah salah seorang yang mengetahui “dengan pasti” hukum agama Yahudi. Ia juga termasuk orang yang bertanggungjawab terhadap “keaslian” ajaran agama. Dan dia datang pada Yesus. Wow.

Bisa juga kita bayangkan bahwa pastilah Yesus bukan pilihan pertama bagi orang jenis ini. Kemungkinan besar ia telah berusaha untuk menyelamatkan nyawa puterinya, tetapi segala usaha yang ditempuh tak berdaya, semua tenaga medis tercanggih pada zaman itu sudah angkat tangan. Kini ini menghadapi dilemma yang sangat berat. Menghadap Yesus atau membiarkan sang puteri mati demi harga diri dan demi hukum agama. Keputusan harus segera diambil. Tak ada kesempatan untuk berpikir lebih lama. Seperti kita tahu cuaca Timur Tengah yang extrim memaksa setiap orang yang meninggal supaya dikuburkan pada hari itu juga, atau kalau orang tersebut meninggal agak sore, ia boleh dikuburkan esok harinya. Kalau tidak maka akan segera “membusuk”.

Kepala rumah ibadah itu mengambil keputusan yang luar biasa. Pastilah ia tak punya pilihan lain. Sebab bagi para ahli agama Yahudi, Yesus dianggap “tersesat”, dan orang ini termasuk ahli agama. Ia sudah kehabisan cara, jalan terakhir adalah menghadap Yesus dengan rendah hati. Memohon pertolongannya. Dia tak peduli dengan nama dan jabatannya. Ia lebih peduli dengan keselamatan puterinya. Keputusan yang sungguh luar biasa.

Keputusannya ini mendapat ganjaran yang luar biasa. Yesus menghidupkan kembali puterinya yang telah meninggal. Hidup baru didapatkan berkat kerendahan hati memohon kepada Yesus. Kepala rumah ibadah ini akhirnya datang pada sumber hidup dan ia melihat sendiri puterinya beroleh hidup kembali. Yesus memang luar biasa.

Saudara dan Saudari, kisah kedua ialah kisah perempuan yang menderita penyakit pendarahan selama 12 tahun. Penderitaan yang luar biasa lama. Dan kalau kita tahu arti dibalik “derita” ini dalam kepercayaan agama Yahudi, maka kita juga akan mengerti begitu tersiksa wanita itu selama 12 tahun. Beban yang terlalu berat untuk dipikul. Injil Markus memberitahu bahwa wanita tersebut telah berusaha sedapat mungkin untuk mengobati penyakitnya. Dokter spesialis sudah tak berdaya. Yang ada hanya harapan untuk sembuh dan memohon kepada Allah untuk memberi penyembuhan yang ajaib.

Penyakit pendarahan digolongkan ke dalam penyakit yang menjijikkan. Orang yang menderita penyakit tersebut menderita bukan hanya karena penyakit itu memang menyakitkan, tetapi juga karena “stigma” yang dikenakan pada penderita. Mereka masuk dalam kategori “kotor”. Mereka dilarang beribadah dan berinteraksi dengan orang lain. Alasannya ialah, kalau penderita ini menyentuh orang lain, maka orang lain itu juga menjadi kotor (cf. Imamat 15:25-27)

Bisa kita bayangkan bahwa ia datang ke tengah keramaian secara sembunyi-sembunyi. Sebab kalau saja ia ketahuan datang ke tempat orang ramai, maka hukumannya berat. Ia datang ke tengah keramaian karena ia hanya berharap Yesus sanggup membuat perubahan. Ini harapan terakhirnya. Bahkan ia yakin hanya menyentuh jubah Yesus saja sudah cukup untuk menyembuhkan penyakitnya. Dan terbukti ia disembuhkan. Kuasa Yesus memang luar biasa.

Saudara dan Saudari, Yesus berdaya menyembuhkan dan menghidupkan. Ketika kita tak berdaya, Yesus menuntun kita untuk berdaya kembali. Ketika kita sudah mati dalam keputus-asaan, Yesus memberi harapan baru dan kita hidup kembali. Ketika badai menghadang kita dan kita tak sanggup membuat keputusan, Yesus menolong kita untuk membuat keputusan yang terbaik. Yesus memang luar biasa.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s