Makan Gratis 1

 

When Jesus heard the news of the death of John the Baptist, he withdrew from there in a boat, into a deserted place alone. When the crowds heard of it, they followed him on foot from the towns. When he had disembarked, he saw a great crowd, and he was moved with compassion for them to the depths of his being, and healed their sick. When it had become late, his disciples came to him: “The place is deserted,” they said, “and the hour for the evening meal has already passed. Send the crowds away, in order that they may go into the villages, and buy themselves food.” But Jesus said to them, “Give them food to eat yourselves.” They said to him, “We have nothing except five loaves and two fishes.” He said, “Bring them here to me.” So he ordered the crowds to sit down on the green grass. He took the five loaves and the two fishes, and looked up to heaven, and said a blessing, and broke the loaves and gave them to the disciples, and the disciples gave them to the crowds; and they all ate and were satisfied. They took up what was left over, twelve baskets full of the fragments. The number of those who ate was about five thousand men, apart from women and children. (John 14:13-36)

Dalam Injil dikisahkan bahwa Yohanes, sepupu Yesus baru saja dibunuh. Yesus tentu turut sedih karena kematin Yohanes, bukan saja karena Yohanes masih sepupu-Nya tetapi juga karena Yohanes ialah yang mempersiapkan jalan untuk-Nya. Ini termasuk satu alasan mengapa Yesus mau menyendiri. Ia ingin beristirahat sejenak. Namun apa boleh buat, keingian hati Yesus ini tak bakal jadi kenyataan. Orang-orang sudah menunggu Dia di seberang danau. Jumlahnya banyak bukan main.

Ketika Yesus melihat mereka, Ia tergerak oleh belaskasihan. Ia menyembuhkan penyakit mereka. Keingian Yesus untuk menolong orang banyak mengatasi keinginan-Nya untuk beristirahat. Memang untuk Yesus, menolong orang yang membutuhkan merupakan prioritas.

Dalam Injil dikisahkan bahwa kejadian tersebut terjadi di senja hari. Mereka berada jauh dari rumah. They were in the middle of no where. Orang-orang sudah merasa lapar, jam untuk makan malam sudah tiba. Mereka juga sudah letih. Melihat hal tersebut para murid mengambil inisiatif. Mereka mengusulkan agar Yesus menyuruh orang-orang pergi agar mereka masih sempat membeli makanan di desa-desa sekitar. Nampaknya logis. Semakin lama ditunggu orang-orang akan semakin lapar. Namun Yesus meminta para murid untuk memberi makan orang-orang.

Di sini kita melihat perbedaan sudut pandang antara Yesus dan para murid. Para murid tahu masalah yang sedang dihadapi. Mereka melihat hal tersebut. Namun mereka mau supaya masalah itu jauh dari mereka. Mereka mau masalah itu diurus oleh yang lain. Mereka mau supaya orang-orang pergi dan biarlah orang lain yang memikirkan rasa lapar mereka. Di lain pihak Yesus, setelah mengetahui masalah, Ia ingin berbuat seuatu. Ia mau memberi mereka makan. Sekali lagi, untuk Yesus, menolong orang yang membutuhkan selalu menjadi prioritas.

Dari sini keajaiban mulai terjadi. Yesus bersedia membagi makanan yang seharusnya untuk Dia dan untuk murid-Nya kepada orang banyak. Perhatian sekali. Kesedian berbagi yang luar biasa. Makanan yang dibawa oleh murid-murid tersebut Dia minta dan Dia doakan. Setelah itu Ia memberinya kepada para murid untuk dibagi kepada orang banyak. Sesuatu yang sulit kita mengerti terjadi. Lima roti dan dua ikan menjadi santapan yang cukup, bahkan lebih dari cukup untuk lima ribu orang laki-laki, belum terhitung wanita dan anak-anak.

Saudara dan saudari, dengan ceritera ini dikisahkan kepada kita bahwa tak ada yang terlalu kecil untuk Yesus. Untuk Yesus yang sedikit selalu banyak. Yesus tak menuntut murid untuk memberi makanan yang berlimpah, tetapi untuk memberi yang mereka miliki. Dari yang sedikit tersebut, Yesus mengerjakan karya ajaib. Dalam hidup kita, kita kadang juga berpikir bahwa kita memiliki terlalu sedikit untuk dipersembahkan untuk Yesus, terlalu sedikit untuk diberi kepada orang yang membutuhkan, tetapi mari kita ingat bahwa untuk Yesus tak ada yang terlalu sedikit. Yesus hanya butuh yang ada pada kita dan dari situ Yesus akan melakukan karya ajaib.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s