08-08-08

Mary Mackillop

Matius 6:25-34

Hari ini Gereja Katolik Australia merayakan pesta Beata Mary MacKillop. Mary MacKillop lahir pada 15 Januari 1842 di Victoria – Australia. Dia adalah anak pertama dari 8 orang bersaudara. Sejak umur 16 tahun ia sudah harus membiayai hidupnya sendiri. Ia juga sudah ikut memikul beban kelurganya.

Pada tahun 1866, terinspirasi dan disemangati oleh Pastor Woods, dia membuka sekolah St. Yoseph yang pertama di Penola – Victoria. Ini menjadi cikal bakal beridinya kongregasi suster-suster St. Yoseph yang didirikannya.

Satu hal yang sangat menarik dari Mary MacKillop ialah ketajamannya melihat kebutuhan orang-orang di sekitarnya. Dan ia tidak hanya tajam melihat, tetapi juga langsung bertindak menolong orang yang membutuhkan. Dia membuka banyak sekolah untuk menampung anak-anak miskin. Dia juga mendirikan panti asuhan. Dia membangun penginapan untuk orang-orang yang tak punya rumah. Dia mendirikan penampungan bagi orang-orang yang baru keluar dari penjara dan mantan-mantan pelacur yang ingin memulai hidup baru. Semua ini sangat dibutuhkan pada zaman tersebut. Mary MacKillop sungguh luar biasa dalam hal ini. Bahkan ia berpendapat bahwa lebih baik tidak melihat penderitaan orang lain, kalau tak bersedia menolong dan membebaskan orang tersebut dari derita.

Saudara dan saudari, Injil yang dipilih untuk pesta Beata Mary MacKillop (Matius 6: 25-34) mengingatkan kita bahwa Allah begitu mencintai kita dan selalu membuat yang terbaik untuk kita. Dalam Injil ini kita diingatkan oleh Yesus sendiri untuk tidak khawatir, melainkan mempercayakan hidup ke dalam perlindungan Allah. Dengan demikian, meski kita mengalami pengalaman sedih. Meski kadang kita harus mengalami kekecewaan atau kesakitan, kita tetap boleh berharap pada penyelenggaraan Ilahi dan pertolongan Ilahi. Mari juga mengingat bahwa dalam semua pengalaman “tak mengenakkan” yang kita alami, kita tak akan ditinggalkan sendirian. Allah selalu hadir dan bersedia menguatkan dan menolong kita.

Beata Mary MacKillop mengalami banyak kesakitan dan derita dalam hidupnya, bahkan sejak masa-masa awal hidupnya. Dia adalah anak imigran yang berjuang untuk hidup yang lebih baik di Australia. Sejak muda ia harus berjuang untuk membiayai hidup sendiri dan bekerja untuk membantu keuangan keluarga. Ketika ia mau menjadi suster, ia harus berjuang antara membantu keluarga atau membantu orang banyak yang juga membutuhkan uluran tangan. Dan sejak awal ia memulai karya sebagai suster dan mendirikan banyak sekolah dan lembaga yang lain, banyak orang yang tak setuju dengan dia. Banyak yang berpikir bahwa ia tak tahu apa yang sedang ia lakukan. Tetapi dalam semuanya itu, Mary MacKillop tetap teguh pada imannya. Ia percaya bahwa Allah menghendaki dia untuk berbuat menolong orang lain. Ia tak gentar akan cemoohan orang. Ia sadar cinta Allah jauh lebih besar dibanding tantangan yang ia hadapi.

Mary MacKillop adalah teladan yang baik untuk diikuti dalam beriman pada Yesus. Hidup dan perjuangannya memberi gambaran yang indah pada kita untuk menghidupi panggilan kita masing-masing sebagai Kristen. Cara hidupnya memberi arah yang baik untuk kita untuk menghidupi panggilan hidup kita sebagai murid-murid Yesus yang semestinya. Mari mengikuti teladan “Orang Kudus Pertama Australia” ini. Mari memohon supaya ia juga mendoakan kita dalam perjuangan kita menghadapi masalah-masalah hidup kita, sehingga dengannya kita mampu lepas dari rasa takut dan sanggup berserah pada penyelenggalaraan Ilahi.   

Satu pemikiran pada “08-08-08

  1. Wah saya terkesan sekali dengan cerita mengenai Beata Mary MacKillop ini. Sebetulnya saya sudah lama mendengar mengenainya dari anak saya yang sedang sekolah di Sydney.
    Nanti tgl 1 Mei s/d 15 Mei 2009 saya akan ke Sydney, karena tgl 4 Mei 2009 anak saya di Wisuda di sana. Saya berkeinginan untuk berziarah ke Chapel Maria MacKillop yang ada di North Sydney. Barangkali ada yang pernah ke sana, tolong untuk saya bisa diarahkan, kalau dari city berapa lama ke sananya, kalau naik mobil.
    Semoga rencana saya ini berjalan lancar.
    Salam dan terima kasih untuk yang membuat artikel ini, saya sangat menghargainya.

    GOD BE WITH ALL OF US, AMEN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s