Kebenaran Yang Tak Terbantahkan

Matius 16: 13-23

Injil ini menyatakan pada kita empat kebenaran yang tak terbantahkan. Yang pertama ialah pengenalan manusia akan Yesus akan selalu tak sempurna. Manusia tak sanggup mengatahui dengan sempurna siapa Yesus. Maka masuk orang-orang menyebut-Nya Yohanes, Elia, Yerimia atau salah seorang nabi. Ketika mereka menamai Yesus dengan nama salah seorang nabi, mereka sebenarnya sudah menempatkan Yesus pada posisi tertinggi yang mungkin mereka pikirkan dan bayangkan. Tetapi kesempurnaan dan keluarbiasaan pikiran manusia akan selalu kurang untuk melukiskan dan mengetahui Allah. Sebab bahasa dan pengertian manusia tak sanggup mendefinisikan dan merangkum Allah. Maka tidak usah heran bahwa selain orang Kristen, semua yang lain tak sanggup melihat kebenaran sejati dalam diri Yesus.

Kedua ialah pengetahuan benar akan Yesus selalu berasal dari Allah sendiri. Dalam Filsafat Yunani Kuno ada ungkapan yang mengatakan “yang sama mengenal yang sama”. Ungkapan ini mungkin sedikit menerangkan mengapa pengetahuan yang benar akan Yesus selalu harus berasal dari Allah. Yesus satu kesatuan dengan Allah Bapa. Maka Allah Bapa pasti mengerti dan mengatahui Yesus dengan sempurna, sebagaimana Yesus sendiri mengetahui dan mengerti diri-Nya sendiri. Tak heran Yesus memuji Petrus dan membenarkan bahwa pernyataan Petrus tersebut bukan berasal dari konsepsi manusia, tetapi berasal dari Allah Bapa.

Ketiga, pengetahuan akan Yesus, yang adalah berasal dari Allah, haruslah juga berdasar dari pengalaman sendiri. Ini harus berdasar dari relasi personal dengan Allah. Pertemuan pribadi dengan Allah memungkinkan kita untuk mengerti apa yang Allah kehendaki dan memungkinkan kita untuk mengerti sebagian dari rahasia Allah. Pengalaman bertemu dengan Allah sangat menentukan dalam iman. Benar bahwa banyak orang beragama karena ikut keluarga, tetapi iman yang demikian tak akan bertahan dan tak akan berbuah kalau tidak diikuti dengan “keputusan pribadi” berdasar pada pertemuan pribadi dengan Allah.

Keempat, iman akan Yesus yang kita peroleh dari wahyu Allah haruslah dirawat. Iman bagaikan tanaman yang harus disirami dimusim kemarau. Harus dibersihkan dari rumput-rumput yang mengganggu. Iman juga harus dipupuk supaya bertumbuh dengan sehat. Kalau iman tak dirawat, maka ada kemungkinan ia layu dan akhirnya “mati’. Dalam Injil ini kita melihat bahwa Petrus yang telah mendapat wahyu dari Allah juga masih terjebak dengan arus pikiran manusia. Ia masih beranggapan bahwa Yesus itu bisa disimpulkan dengan konsepsi manusia. Ia jatuh pada kesalahan mengerti Yesus.

Saudara dan saudari, mari kita mencari tahu kehendak Allah dan rahasia-rahasia Allah. Mari juga merawat rahasia-rahasia Allah itu. Mari juga merawat iman yang adalah hadiah Allah untuk kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s