Suara Allah dan Tangisan Manusia

Matius 17:14-20

Saudara dan saudari, menarik dan menyentuh sekali membaca Injil ini. Kalau kita mundur sejenak dan membaca kisah-kisah sebelumnya, maka kita tahu bahwa Yesus baru saja turun dari gunung (cf. Matius 17:1-9). Yesus dan ketiga murid-Nya baru saja pulang dari “retreat” di gunung transfigurasi. Segera setelah Yesus turun dari gunung, Ia langsung berhadapan dengan kenyataan hidup harian yang kadang menyedihkan. Baru saja Yesus mengalami kemuliaan Ilahi di atas bukit tersebut, Ia langsung dihadapkan dengan derita manusiawi. Baru saja suara Allah yang agung dan mulia didengar-Nya, kini ini mendengar tangisan manusia meminta pertolongan-Nya. Sungguh menyentuh.

Dikisahkan, seorang ayah datang pada Yesus dan berlutut penuh hormat di hadapan-Nya. Ia memohon pada Yesus supaya Yesus bersedia menyembuhkan anaknya yang menderita penyakit ayan. Penyakit anak tersebut sungguh berbahaya bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk orang lain. Ayah tersebut sungguh membutuhkan pertolongan Yesus. Uluran tangan Yesus menjadi tumpuan harapannya.

Membaca Injil hari ini kita akan tergerak dan saya bayangkan harus tergerak dan tersentuh. Mengapa? Ayah si anak tersebut sudah datang pada murid-murid Yesus (cf. ay. 16). Tetapi murid-murid tidak sanggup menyembuhkannya, meski Yesus sensiri sudah memberi kekuatan kepada mereka untuk mengusir setan dan menyembuhkan semua penyakit (cf. Matius 10:1). Gagal dari murid-murid Yesus, ayah si anak tak putus harapan. Ia percaya Yesus sanggup berbuat seuatu. Ia datang pada Yesus dan mengungkapkan harapannya dan doanya. Dia tak pernah ragu akan kuasa Yesus. Dia percaya di dalam Yesus semua harapannya dan doanya akan terjawab dan akan dipenuhi. Kepercayaan yang dasyat.

Saudara dan saudari, apa yang dapat kita pelajari dari Injil ini? Satu hal yang sangat jelas ditekankan ialah jangan pernah kehilangan iman dan harapan kepada Yesus. Meski kadang kita agak kecewa dengan Gereja yang adalah murid-murid Yesus pada zaman ini, mari tetap yakin bahwa masih ada Yesus tempat kita bisa mencurahkan semua uneg-uneg dan permohonan kita. Yesus selalu hadir dan bersedia menolong. Yesus mahakuasa dan mahadasyat. Dia sanggup menolong dan menyelamatkan kita. Kita hanya butuh untuk datang pada Yesus dan berlutut penuh hormat di hadapan-Nya maka Yesus akan mengulurkan tangan dan menolong kita.

Yesus selalu tanggap dengan derita dan perjuangan kita. Kita hanya butuh percaya dan berserah pada kekuatan Yesus. Percaya menjadi kata kunci. Tanpa “percaya” banyak hal menjadi mustahil. Dengan percaya, tak ada yang mustahil. Dengan percaya, kita melihat bahwa selalu ada jalan. Saudara dan saudari, kalau kita punya iman, semua kesulitan yang kita hadapi akan bisa kita atasi. Iman pada Allah adalah kekuatan kita untuk melakukan tugas-tugas kita, Iman pada Allah akan memampukan kita bahkan untuk melakukan tugas yang paling berat sekalipun. Iman pada Allah adalah senjata dan tenaga kita untuk memindahkan gunung-gunung kesulitan yang memblok jalan dan langkah-langkah kita. If there is faith, nothing is impossible.        

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s