Contoh Pertobatan Yang Luar Biasa

Kemarin kita merayakan peringatan St. Monica. Hari ini kita memperingati St. Agustinus, putera dari St. Monica. Agustinus merupakan anak yang paling populer dari keempat anak St. Monica. Agustinus termasuk salah seorang genius yang pernah lahir ke dunia ini. Dia dibesarkan secara Kristiani oleh ibunya, namun pada masa-masa remaja dan awal masa dewasa ia menyimpang dari ajaran yang benar dan mengikuti seleranya sendiri. Ia jatuh pada penyembahan “kenikmatan”. Hidupnya menjadi gelap dan ia menikmati itu. Ia senang dengan cara hidup yang gelap tersebut. Di samping sangat menyenangi cara hidup yang tak bermoral, ia juga begitu sombong dengan kepintarannya.

Ibunya begitu sedih dengan kenyataan tersebut. Namanya selalu hadir dalam doa ibunya. St. Monica tak bosan-bosannya berdoa untuk pertobatan anak kesayangannya tersebut. Ia bahkan rela bermati raga demi pertobatan Agustinus. Akhirnya doanya dikabulkan. Agustinus bertobat. Ia menyadari bahwa ajaran Kristenlah ajaran yang benar, tak ada yang lain. Selain doa-doa ibunya yang tak putus-putusnya, kotbah St. Ambrosius, Uskup Milan, juga berpengaruh dalam pertobatan Agustinus. Ia dibaptis oleh Ambrosius. Kemudian ia menjadi imam dan tak lama kemudian ia menjadi uskup di Hippo.

Tak lama setelah menjadi Uskup, Agustinus dengan sukses membawa kembali banyak orang yang sempat tersesat kembali ke ajaran yang benar. Ia berhasil membawa orang kembali ke pangkuan Gereja, tubuh mistik Kristus. Agustinus juga begitu terlibat mempertahankan ajaran Gereja dari para pembangkang. Ia berjuang menjaga kemurnian ajaran yang benar. Ia ikut melawan ajaran Donatist, Pelagian, dan Arian (kelompok-kelompok tersesat).

Agustinus merupakan salah seorang penulis besar Katolik. Ia dengan tulisan-tulisannya serta lewat kotbah-kotbahnya berhasil mengatasi para heretic. Agustinus begitu cinta pada Allah yang ia kenal sesudah sekian lama jauh dari Allah. Ia begitu terpesona dengan Allah yang hadir dalam dirinya, yang meskipun selalu hadir dalam dirinya pernah ia tak sadari dan tak ketahui. Ia begitu terpesona dengan Allah yang begitu pemaaf dan selalu mencari domba yang tersesat. Dalam confessions dia tulis “too late have I loved You.” Agustinus sadar bahwa mencintai Allah merupakan yang terindah dalam hidup ini. Karena itu ia begitu tegus dalam cintanya pada Allah.

Sebagai Uskup ia juga begitu populer dengan kesederhanaan dan kesiapsediaan menolong kaum miskin.

Saudara dan saudari dalam Injil hari ini, Matius 23:8-12, kita membaca bahwa kita semua adalah saudara satu dengan yang lain. Dalam tugasnya sebagai uskup, Agustinus begitu mempraktekkan ajaran tersebut. Ia tak menjadikan jabatan sebagai Uskup sebagai kuasa, tetapi menjadikan itu sebagai sarana untuk melayani Allah dan saudara saudarinya kaum Kristen. Dalam Injil juga dengan tegas Yesus berkata bahwa siapa yang meninggikan diri akan direndahkan dan yang merendahkan diri akan ditinggikan. Kalau kita lihat cara hidup Agustinus, ketika ia menjauh dari Allah dan hanya menyombongkan kepintarannya, ia tidak merasa bahagia dan tak menemukan apa yang ia cari. Ketika ia merendahkan diri di hadapan Allah, ia menemukan pemenuhan dirinya. Ia bertemu dengan tujuan hidupnya. Ia bertemu dengan Allah yang siap memberinya kebahagiaan sempurna. Ketika ia merendahkan diri, ia diberi oleh Allah nama yang besar yang dikenang orang dari masa ke masa.

St. Agustinus merupakan teladan untuk kita bahwa untuk menjadi orang kudus bukan terutama bahwa kita bebas dari dosa, tetapi bahwa kita menyadari dosa kita dan bertobat. Kita menyadari bahwa kita begitu kecil disbanding Allah yang begitu besar. Kita begitu butuh akan pengampunan Allah. Mari memohonkan pada Allah agar memberi kita semangat seperti St. Agustinus.    

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s