Menjadi Anak-anak Allah

Bukan hal yang aneh kalau banyak orang membangun dan membina relasi yang sangat dalam bukan hanya dengan anggota keluarga sendiri, bahkan sering orang memiliki teman yang sungguh ia anggap saudara, dan orang itu justru bukan anggota keluarganya sendiri. Relasi keakraban yang demikian kita namai relasi dari hati ke hati, relasi dari pikiran ke pikiran. Mereka satu ide, memiliki tujuan yang kurang lebih sama, memiliki cita-cita yang hampir sama, memiliki ketertarikan yang kurang lebih sama. Hubungan yang demikian berkembang bagaikan relasi antar saudara.

Dalam Injil Lukas 8:19-21, kita membaca Yesus mengatakan “Ibu dan saudara-saudara-Ku adalah mereka yang mendengar Sabda Allah dan melaksanakannya.” Dengan pernyataan ini Yesus membuat criteria baru untuk menjadi anggota keluarga-Nya. Kriterianya ialah mendengar Sabda Allah dan melakukannya.

Yang masuk dalam family Yesus bukan lagi dibatasi oleh ikatan darah atau daerah, tetapi menjadi lebih lebar dan lebih luas, yakni semua orang yang menjadikan kehendak Allah menjadi kehendak mereka. Orang demikian berusaha sekuat tenaga mereka mewujudkan kehendak Allah dalam hidup harian mereka.

Memang kita diajarkan bahwa semua orang adalah anak-anak Allah, baik itu orang baik maupun orang yang “kurang dan tidak baik”. Allah mencintai semua orang. Itu benar. Tetapi relasi yang lebih dalam dan lebih erat biasanya secara etis bersifat “tertutup”. Tidak semua orang diterima dalam relasi yang intim dan erat. Ini biasanya terbatas pada orang-orang yang dipercaya dan orang-orang yang dianggap layak. Relasi yang demikian yang dikatakan oleh Yesus sebagai relasi “ibu dan saudara-saudara”. Relasi yang akrab satu dengan yang lain, relasi yang berjalan menuju tujuan yang sama, relasi yang sama-sama mau melaksanakan kehendak Allah.

Pada hari ini, 23 September, Gereja merayakan peringatan St. Padre Pio. Padre Pio adalah contoh yang sungguh ideal di zaman modern ini bagaimana menjadi saudara Yesus. Padre Pio dalam hidupnya berusaha sekuat hatinya dan tenaganya untuk melaksanakan kehendak Allah. Ia juga berusaha membantu orang lain untuk sanggup melaksanakan kehendak Allah lewat bimbingan dan lewat sacrament tobat yang ia layani.

Saudara dan saudari, kita menjadi saudara dan saudari Yesus kalau kita setia atau berusaha setia untuk mendengar Sabda Allah dan menjalankan kehendak Allah.

2 pemikiran pada “Menjadi Anak-anak Allah

  1. met mlam frater……..

    msh ingat khan frater….
    saya madah !
    kmaren pas frater ngajar, saya klas 1.1

    gmna kbrnya frater??

    mdah2an shat slalu…..
    AMIN

    mga2 cita2 dan studinya lancar y frater…………………….

  2. Hallo Madah.
    Saya kabar baik dan tentu saya masih ingat nama Frans Madah, meski mungkin orangnya sudah agak lupa, karena pasti Madah sudah berubah banyak.
    Di mana sekarang? Kuliah di mana?
    Sekarang saya sudah jadi Pastor. Sudah sekitar enam bulan jadi Pastor. Bertugas di negeri tetangga – Australia.
    Selamat kuliah dan sukses selalu.
    Jesus Bless You.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s