Berperang Demi Allah??

Kemungkinan besar Yakobus dan Yohanes berpikir dan percaya bahwa mereka melakukan sesuatu yang terpuji ketika mereka mengusulkan untuk memohon pertolongan Allah untuk menghancurkan desa Samaria yang menolak kedatangan Yesus. Tetapi Yesus tak setuju dan meluruskan jalan pikiran mereka.

Beberapa tahun yang lalu salah satu buku cukup laris di Indonesia. Judul buku tersebut ialah “The Battle for God”. Dalam buku tersebut dikisahkan secara gamblang kaum radikalis yang mau membela nama Tuhan dengan jalan memerangi penganut agama lain. Sampai sekarang kita masih melihat gerakan-gerakan “yang berpikir bahwa mereka berbuat baik” dengan cara melakukan kekerasan demi “Allah”. Sesuatu yang tragis sebenarnya.

Dalam Injil Lukas 9:51-56 ini kita membaca bahwa Yakobus dan Yohanes ingin menghancurkan desa yang menolak Yesus. Yesus dengan tegas menolak ususlan tersebut. Dengan Injil ini Yesus dengan tegas memberi pelajaran “TOLERANSI”. Kita tahu bahwa Yesus adalah JALAN, KEBENARAN, dan KEHIDUPAN, tetapi kita tak boleh memaksa orang untuk mempercayai apa yang kita percayai dan mengetahui apa yang kita ketahui. Bahkan Allah sendiri tak mau memaksa orang untuk mengikuti jalan-Nya. Nah, siapakh kita sehingga kita berhak memaksa orang lain untuk turut dengan kepercayaan kita??

Kita semua tahu bahwa hanya Yesus jalan satu-satunya menuju kebahagiaan sejati. Tak satu orang pun sampai kepada Bapa tanpa memalui Yesus. Meski demikian kita tak boleh memaksa orang untuk meninggalkan agama dan kepercayaan mereka dan mengikuti ajaran dan keprcayaan kita, meski kita tahu mereka salah.

Yesus dengan tegas dan secara langsung memberi pelajaran akan pentingnya toleransi. Toleransi bukan karena kita tak peduli, tetapi karena kita cinta. Toleransi bukan karena kita tak berdaya mengubah atau memaksa, tetapi karena kita melihat orang lain dengan cinta. Dengan Injil ini, Yesus mengajar kita dengan contoh yang sangat bagus bahwa satu-satunya jalan “menghancurkan” musuh kita ialah dengan cara menjadikan mereka teman kita.

Hari ini, 30 September, Gereja memperingati St. Hieronimus. Beliau sangat terkenal. Beliau menterjemahkan Kitab Suci dari bahasa asli ke bahasa Latin. Beliau seorang pendoa yang handal. Rajin belajar dan tekun dalam membaca Kitab Suci. Ia pernah menulis “Christ is the power of God and the wisdom of God, then he who is ignorant of the scriptures is also ignorant of the power of God and his wisdom; ignorance of the scripture is ignorance of Christ.”

Mari kita meneladan St. Hieronimus dalam hal rajin membaca Kitab Suci dan mempelajari kebijaksanaan Allah yang terdapat dalam Kitab Suci. Kita juga bisa meneladan beliau dalam hal doa dan kerja keras.     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s