Yesus Menyembuhkan Orang Buta

Markus 8: 22-28
Renungan

Dalam Injil Markus 7: 31-37, kita membaca kisah Yesus menyembuhkan orang tuli. Dalam proses penyembuhan tersebut, Yesus membawa orang tuli tersebut menjauh dari keramaian dan setelah itu Yesus menyembuhkan penyakitnya. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan lihat di https://darwinsimanjorang.wordpress.com/2009/02/17/yesus-menyembuhkan-orang-tuli/
Dalam Injil Markus 8: 22-28 ini kisah penyembuhan kembali diceritakan kepada kita. Metode penyembuhan yang dipakai Yesus kurang lebih sama dengan metode penyembuhan orang tuli dalam Markus 7: 31-37, hanya kali ini Yesus menyembuhkan seorang buta. Yesus membawa orang buta tersebut menjauh dari keramaian dan menjauh dari perkampungan. Mungkin kita pikir hal ini biasa saja, tetapi kalau kita renungkan dan pikirkan sebenarnya tindakan sederhana ini memiliki arti yang mendalam. Dalam tindakan sederhana ini kita melihat bagaimana Yesus menghadapi setiap orang secara personal. Yesus menjawab setiap kebutuhan sesuai dengan harapan yang membutuhkan tersebut.
Dalam Injil dikisahkan bahwa orang tersebut buta dan mungkin sekali bahwa ia buta sejak lahirnya. Maka kalau Yesus menyembuhkan dia di tengah keramaian, orang tersebut – setelah memperoleh penglihatannya – akan sangat “terkejut” melihat begitu banyak orang dan begitu banyak “warna”. Ini akan membuatnya tiba-tiba “shock”. Adalah lebih baik kalau setelah memperoleh penglihatannya, orang tersebut tidak langsung dihadapkan dengan begitu banyak obyek, sehingga “kesukaan” setelah dapat melihat tidak mebuatnya secara tiba-tiba “sangat terkejut”.
Kemudian baik juga kita renungankan bahwa Yesus memakai metode sederhana yang bisa dimengerti orang buta tersebut. Orang-orang pada zaman dahulu percaya akan “mujarab” dari ludah. Orang buta tersebut tentu juga mempercayai hal tersebut. Dengan ini kita melihat bahwa Yesus sama sekali tidak memulai proses pengobatan tersebut dengan bahasa dan konsep-konsep yang membuat pendengar-Nya bingung. Yesus sungguh mengerti kemampuan “daya tangkap” pendengar-Nya dan Yesus memakai bahasa dan tindakan yang bisa langsung dicerna oleh pendengar-Nya. Luar biasa sekali.
Saudara dan saudari, setelah hal-hal yang disebut di atas, hal-hal menarik lain yang pantas kita renungkan ialah kisah ini sendiri. Dari sekian banyak kisah penyembuhan yang dilakukan Yesus, kiranya hanya kisah ini yang sangat unik. Kenapa unik? Karena hanya kisah ini yang terjadi secara berangsur-angsur. Biasanya mukjizat Yesus terjadi langsung dan sekaligus, tetapi dalam kisah ini penyembuhan terjadi tidak sekaligus. Apa artinya? Kebetulan?
Injil ini memberi makna simbolis dengan proses penyembuhan tersebut. Dengan proses yang berngsur-angsur tersebut, Injil ini hendak menegaskan bahwa tak mungkin seseorang mengetahui kebenaran Allah dalam seketika dan sekaligus. Pengenalan dan “penglihatan” akan kebenaran dan kebesaran Allah terjadi dalam proses. Setiap hari orang akan terpana dan terpesona akan kebesaran dan keindahan Allah. Jadi dengan Injil ini hendak dikatakan “selama hayat dikandung badan, kita akan tetap belajar untuk mengetahui dan melihat kebesaran Allah.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s