Anda Mau Kemana??

Seorang bisu yang kerasukan setan dibawa kepada Yesus. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.” Tetapi orang Farisi berkata: “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.”

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belaskasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Matius 9:32-38.

 

Ada orang berkata bahwa zaman kita sekarang termasuk zaman yang tak punya pegangan. Kebenaran seakan “relative”. Relativism meraja. Banyak orang seakan berdiri di persimpangan jalan, mereka tak tahu mau kemana. Papan penunjuk jalan telah jatuh. Arah tak jelas lagi. Kasihan sekali.

Saudara dan Saudari, WYD Sydney 2008 sudah di depan mata. Orang-orang semakin “excited” menanti. Ratusan ribu orang mungkin sudah tak “nyenyak tidurnya”, karena tak sabar menanti. Jutaan orang berharap bahwa WYD kali ini akan membawa pembaharuan pada wajah Gereja di Australia dan dunia. WYD ini adalah harapan baru akan masa depan yang indah.

Dilain pihak WYD kali ini dipandang dengan “dengki” oleh ribuan orang. Mereka tak sudi kalau kota mereka “dibombardir” oleh kaum muda Katolik. Mereka merasa terancam dengan event akbar ini. Mereka memandang WYD ini sebagai musuh yang bila perlu dikacaukan. Maka tak heran kalau ada pihak yang berniat mogok pada hari tertentu, selama WYD.

Saudara dan Saudari, Injil hari ini menunjuk dua sikap terhadap Ajaran dan Tindakan Yesus. Orang banyak kagum dan senang dengan Yesus. Mereka yakin bahwa Yesus ini memang luar biasa. Tak pernah mereka lihat hal seperti yang dilakukan Yesus terjadi sebelumnya dan tak akan pernah terjadi kemudian. Hanya Yesus yang sanggup membuatnya. Mereka juga takjub mendengar pengajaran Yesus yang penuh wibawa.

Di lain pihak orang Farisi merasa terancam dengan tindakan Yesus tersebut. Mereka mem “black mail” Yesus dengan menuduh bahwa Yesus bersekongkol dengan penghulu setan. Mereka mau supaya Yesus tidak menjadi idola kaum kebanyakan.

Orang-orang Farisi begitu tertutup dengan ide-ide yang baru. Mereka hanya mau tahu dengan ide-ide mereka sendiri. Mereka tak mau ada pembaharuan. Mereka hanya mau menjalankan praktek yang sudah turun-temurun mereka jalankan. Pembaharuan untuk mereka adalah dosa besar. Mereka adalah orang-orang yang sombong yang tak butuh apapun selain hukum yang ada pada mereka.

Sementara orang kebanyakan melihat keindahan pada perkataan dan tindakan Yesus. Memang orang yang sadar akan ketergantungan mereka pada Allah akan selalu melihat keindahan pada setiap gerak, tindakan dan perkataan Yesus. Yesus adalah kerinduan hati mereka. Mereka melihat bahwa dalam diri Yesus, mereka saksikan kebenaran dan perbuatan Allah. Luar biasa.

Dalam Injil hari ini kita baca juga bahwa Yesus tersentuh melihat keadaan orang banyak. Mereka bagaikan orang yang berdiri di perempatan jalan, tak tahu mau kemana. Mereka tak melihat papan penunjuk jalan, sebab papan penunjuk jalan telah jatuh. Mereka tak punya gembala. Yesus tergerak oleh belas kasih sebab Ia ingin orang-orang mencapai keselamatan, tetapi tidak banyak orang yang bisa menunjuk jalan. Karena itu Yesus meminta murid-murid untuk berdoa supaya Allah mengirim banyak pekerja. Permohonan Yesus ini juga ditujukan pada kita semua. Yesus memohon kita bukan hanya untuk berdoa tetapi turut serta menjadi pekerja di kebun anggur Allah. Kita dipanggil untuk turut serta menunjuk jalan pada orang lain.  

 

Daftar Parpol Peserta Pemilu 2009

Berita ini dikutip dari Kompas online:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/07/23212471/daftar.parpol.peserta.pemilu.2009

Artikel Terkait:

Senin, 7 Juli 2008 | 23:21 WIB

JAKARTA, SENIN - Delapan belas partai politik dinyatakan KPU lolos dalam verifikasi faktual dan berhak menjadi peserta Pemilu 2009 mendatang.

Sebagian besar adalah partai baru. Kedelapan belas parpol tersebut akan bersanding dengan 16 parpol lain peserta Pemilu 2004, yang berdasarkan pasal 315 dan 316 UU No 10 tahun 2008 ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2009. Selain partai nasional, ditetapkan pula 6 partai lokal khusus di NAD yang turut bertarung dalam Pemilu mendatang. Selengkapnya, inilah daftar parpol yang akan menjadi peserta Pemilu 2009 :

Partai Nasional

1.Partai Barisan Nasional
2.Partai Demokrasi Pembaruan
3.Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
4.Partai Hanura
5.Partai Indonesia Sejahtera
6.Partai Karya Perjuangan
7.Partai Kasih Demokrasi Indonesia
8.Partai Kebangkitan Nasional Ulama
9.Partai Kedaulatan
10.Partai Matahari Bangsa
11.Partai Nasional Benteng Kerakyatan
12.Partai Patriot
13.Partai Peduli Rakyat Nasional
14.Partai Pemuda Indonesia
15.Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
16.Partai Perjuangan Indonesia Baru
17.Partai Persatuan Daerah
18.Partai Republik Nusantara
19. Partai Amanat Nasional (PAN)
20 Partai Bintang Reformasi (PBR)
21. Partai Bulan Bintang (PBB)
22. Partai Damai Sejahtera (PDS)

23. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
24. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)
25. Partai Demokrat
26. Partai Golongan Karya (Partai Golkar)
27. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)
28. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
29. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
30. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
31. Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme
32. Partai Pelopor
33. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)
34. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

(ING)


Hilang di Tengah Keramaian???

While Jesus was speaking, one of the officials came and knelt before him in worship; “My daughter,” he said, “has just died. But come and lay your hand upon her, and she will live.” Jesus rose and went with him, and his disciples came too.

Then from behind him came a woman, who had suffered a hemorrhage for twelve years, and touched the tassel of his cloak, for she said to herself, “If I only touch his cloak, I will be cured.” Jesus turned and saw her, “Courage, daughter!” He said. “Your faith has brought you healing.” And the woman was cured from that hour.

And Jesus came to the house of the official, and he saw the flute-player and the tumult of the crowd. “Leave us,” he said, “for the maid is not dead; she is asleep.” And they laughed at him. When the crowd had been put out, he went in and took her hand, and the maid arose. And the report of this went out to the whole country. Matthew 9:18-26.

 

Wanita tersebut datang dari belakang Yesus dan menyentuh jubah Yesus. Ia pun sembuh. Wanita malang tersebut memperoleh hidupnya kembali.

Saudara dan Saudari, saya ingat kesaksian seorang gadis ketika ia mengikuti WYD yang lalu di Jerman. Kita tahu jumlah pejiarah waktu itu sekitar 1.200.000,-orang. Sangat sulit kiranya untuk menemukan orang tertentu dalam keramaian sedemikian. Pertemuan pribadi dengan Bapa Suci tampaknya mustahil pada saat itu. Namun yang membuat saya terharu ialah bahwa gadis sederhana tersebut merasa dan yakin sekali bahwa ia secara pribadi dinasehati dan diteguhkan oleh Bapa Suci. Ia yakin dan mengalami bahwa kepada dirinya Bapa Suci memberi wejangan. Sesuatu yang mengagumkan. Pastilah hal ini terjadi bukan dalam pengertian bahwa ia dan Bapa Suci meluangkan waktu untuk ngobrol, tetapi dalam pengertian yang simbolis.

Wanita malang dalam Injil hari ini berada dalam keramaian. Luarbiasanya, keramaian itu menjadi seakan tak ada. Yang ada hanya Yesus dan wanita miskin yang malang tersebut. Yesus memberi diri secara total untuk orang tersebut. Wanita itu mengalami dan meyakini bahwa dirinya diteguhkan oleh Yesus secara pribadi. Ada kontak yang istimewa terdapat dalam kisah ini.

Saudara dan saudari, untuk Yesus tak ada yang hilang dalam keramaian. Ia menyentuh dan berbincang-bincang dengan setiap orang yang terbuka dan memberi waktu untuk Yesus. Wibawa dan kuasa Yesus melampaui keributan dan ketakteraturan dalam keramaian. Yesus mengenal dan menyentuh kita secara pribadi. 

Bisakah Anda Bayangkan???

While Jesus was speaking, one of the officials came and knelt before him in worship; “My daughter,” he said, “has just died. But come and lay your hand upon her, and she will live.” Jesus rose and went with him, and his disciples came too.

Then from behind him came a woman, who had suffered a hemorrhage for twelve years, and touched the tassel of his cloak, for she said to herself, “If I only touch his cloak, I will be cured.” Jesus turned and saw her, “Courage, daughter!” He said. “Your faith has brought you healing.” And the woman was cured from that hour.

And Jesus came to the house of the official, and he saw the flute-player and the tumult of the crowd. “Leave us,” he said, “for the maid is not dead; she is asleep.” And they laughed at him. When the crowd had been put out, he went in and took her hand, and the maid arose. And the report of this went out to the whole country. Matthew 9:18-26.

 

Saudara dan Saudari, dalam Injil hari ini kita baca dua kisah menakjubkan terjadi secara beruntun. Yesus ternyata tidak hanya memberi kesembuhan dari penyakit yang kita derita, tetapi juga memberi kita kehidupan sesudah kematian. Bukan main.

Mari kita dekati kedua kisah ini lebih teliti. Sebenarnya kalau kita mau kisah yang lebih lengkap dan lebih panjang kita bisa baca di Injil Markus 5:21-43 dan di Injil Lukas 8:40-56. Dan dalam kedua Injil tersebut nama kepala rumah Ibadah itu diberitahu, yakni Yairus (cf. Markus 5:22, Lukas 8:41).

Yang datang kepada Yesus adalah kepala rumah Ibadah. Kepala Rumah Ibadah. Yang datang bukan orang sembarangan. Yang datang pada Yesus tokoh penting agama Yahudi. Ini sangat luar biasa. Kepala rumah ibadah adalah orang yang mengatur para petugas ibadah, menentukan orang-orang yang bertugas dan termasuk mengurus kebutuhan rumah ibadah secara umum. Dari keterangan singkat ini kita bisa membayangkan bahwa orang tersebut sangat menjungjung tinggi ajaran agama Yahudi. Ia pastilah salah seorang yang mengetahui “dengan pasti” hukum agama Yahudi. Ia juga termasuk orang yang bertanggungjawab terhadap “keaslian” ajaran agama. Dan dia datang pada Yesus. Wow.

Bisa juga kita bayangkan bahwa pastilah Yesus bukan pilihan pertama bagi orang jenis ini. Kemungkinan besar ia telah berusaha untuk menyelamatkan nyawa puterinya, tetapi segala usaha yang ditempuh tak berdaya, semua tenaga medis tercanggih pada zaman itu sudah angkat tangan. Kini ini menghadapi dilemma yang sangat berat. Menghadap Yesus atau membiarkan sang puteri mati demi harga diri dan demi hukum agama. Keputusan harus segera diambil. Tak ada kesempatan untuk berpikir lebih lama. Seperti kita tahu cuaca Timur Tengah yang extrim memaksa setiap orang yang meninggal supaya dikuburkan pada hari itu juga, atau kalau orang tersebut meninggal agak sore, ia boleh dikuburkan esok harinya. Kalau tidak maka akan segera “membusuk”.

Kepala rumah ibadah itu mengambil keputusan yang luar biasa. Pastilah ia tak punya pilihan lain. Sebab bagi para ahli agama Yahudi, Yesus dianggap “tersesat”, dan orang ini termasuk ahli agama. Ia sudah kehabisan cara, jalan terakhir adalah menghadap Yesus dengan rendah hati. Memohon pertolongannya. Dia tak peduli dengan nama dan jabatannya. Ia lebih peduli dengan keselamatan puterinya. Keputusan yang sungguh luar biasa.

Keputusannya ini mendapat ganjaran yang luar biasa. Yesus menghidupkan kembali puterinya yang telah meninggal. Hidup baru didapatkan berkat kerendahan hati memohon kepada Yesus. Kepala rumah ibadah ini akhirnya datang pada sumber hidup dan ia melihat sendiri puterinya beroleh hidup kembali. Yesus memang luar biasa.

Saudara dan Saudari, kisah kedua ialah kisah perempuan yang menderita penyakit pendarahan selama 12 tahun. Penderitaan yang luar biasa lama. Dan kalau kita tahu arti dibalik “derita” ini dalam kepercayaan agama Yahudi, maka kita juga akan mengerti begitu tersiksa wanita itu selama 12 tahun. Beban yang terlalu berat untuk dipikul. Injil Markus memberitahu bahwa wanita tersebut telah berusaha sedapat mungkin untuk mengobati penyakitnya. Dokter spesialis sudah tak berdaya. Yang ada hanya harapan untuk sembuh dan memohon kepada Allah untuk memberi penyembuhan yang ajaib.

Penyakit pendarahan digolongkan ke dalam penyakit yang menjijikkan. Orang yang menderita penyakit tersebut menderita bukan hanya karena penyakit itu memang menyakitkan, tetapi juga karena “stigma” yang dikenakan pada penderita. Mereka masuk dalam kategori “kotor”. Mereka dilarang beribadah dan berinteraksi dengan orang lain. Alasannya ialah, kalau penderita ini menyentuh orang lain, maka orang lain itu juga menjadi kotor (cf. Imamat 15:25-27)

Bisa kita bayangkan bahwa ia datang ke tengah keramaian secara sembunyi-sembunyi. Sebab kalau saja ia ketahuan datang ke tempat orang ramai, maka hukumannya berat. Ia datang ke tengah keramaian karena ia hanya berharap Yesus sanggup membuat perubahan. Ini harapan terakhirnya. Bahkan ia yakin hanya menyentuh jubah Yesus saja sudah cukup untuk menyembuhkan penyakitnya. Dan terbukti ia disembuhkan. Kuasa Yesus memang luar biasa.

Saudara dan Saudari, Yesus berdaya menyembuhkan dan menghidupkan. Ketika kita tak berdaya, Yesus menuntun kita untuk berdaya kembali. Ketika kita sudah mati dalam keputus-asaan, Yesus memberi harapan baru dan kita hidup kembali. Ketika badai menghadang kita dan kita tak sanggup membuat keputusan, Yesus menolong kita untuk membuat keputusan yang terbaik. Yesus memang luar biasa.

 

 

 

Jesus is the End and Climax of Evolutionary Process, because in Him We Meet God

Jesus exclaimed: “I thank you, Father, Lord of heaven and earth, that you have hidden these things from the wise and the clever, and have revealed them to babes. Even so, Father, for thus it was your will in your sight. All things have been delivered to me by my Father; and no one really knows the Son except the Father, and no one really knows the Father except the Son, and he to whom the Son wishes to reveal his knowledge.”

“Come to me, all you who are exhausted and weighted down beneath your burdens, and I will give you rest. Take my yoke upon you, and learn of me, for I am gentle and lowly in heart, and you will find rest for your souls; for my yoke is easy and my burden is light.” Matthew 11:25-30.

 

There was a story. A man who was a barber did not believe in the existence of God. One time a priest came to hi shop. Because the barber knew that his costumer was a priest, he told him that he did not believe in God. He asked the priest to explain if there is a just God, why are there so many injustice things happen in the world? Why did not God do anything? If there is a merciful God, why do we experience so many sufferings in the world? If there is a powerful God, why did not he prevent so many disasters? 

The priest promised that he will explain it later. And as soon as the barber finished cutting his hair, the priest left. Then he returned with a man with long and untidy hair. Then the priest said to the barber, “I don’t believe that the barber exists. If the barber exists, why this man has a long and untidy hair?” The barber a bit angry and said, “I just finished cutting your hair and you said that barber does not exist. This man has a long and untidy hair is not my fault but his fault. He did not come to me, so I could not do anything to make his hair tidy.” After that the priest told the barber that he himself had answered his own question.

Dear friends, Jesus said “Come to me, all you who labor and are overburdened and I will give you rest. Jesus invites everyone who is exhausted with the search of truth and happiness to come to him. This Gospel tells us that the weary search for God ends in Jesus himself. The way to know God is by giving attention to Jesus, for in Jesus we see and experience what God is like.

My dear friends, you might find it a bit too much if I said that “every one in this world is looking for Jesus Christ. Why do I say that everyone is looking for Jesus Christ? Because everyone is looking for happiness, and the true happiness is only in Jesus Christ. Jesus Christ ifs the true happiness. Jesus Christ is the way, the truth and the life. In him we find everything we need for our eternal happiness. But some people are looking for Jesus in the wrong place. Some people are looking for happiness in a night club. And what do you thing they find? They find spirit, but not the Holy Spirit. They find themselves fly in a moment of happiness and then they feel tired.

Some people are looking for happiness in a market place. And some days later they receive many bills, because they used their credit card too much. They think that their happiness lies in buying things.

Some people are looking for happiness in gambling. And when they calculate how much they have lost, they regret.

Lucky, some people are looking for happiness in the right place. They come to the church. They do the right things. They love their families and friends. They follow they way of the Gospel. They are happy in their lives, not because they don’t experience any suffering, but rather because they can overcome sufferings and problems of lives, because Jesus is walking with them. 

Dear friends, this Gospel also tells us that Jesus is not condemning intellectual power. Jesus is condemning intellectual pride. It is not cleverness which shuts out, it is pride. And let us remember also that it is not stupidity which admits, it is humility.

Dear friends, the Gospel tells us the unique relationship between Jesus and the Father. Jesus and the Father are one. If we want to know what God is like, let us look at Jesus, let us read the Gospel. Jesus is the peak to which the world has been climbing, the goal to which we want to go, and the dream which we hope. Jesus is the end and climax of evolutionary process because in him we meet God.